Selasa, 01 Juni 2010

Manusia dan Tanggung Jawab

Yah…lagi – lagi masih masalah manusia. Dimana manusia merupakan mahluk tuhan yang unik sekaligus kompleks tetapi juga sederhana. Artinya adalah secara manusia dapat didefinisikan secara sederhana menurut bentuk fisiknya. Tetapi pada dasarnya definisi tentang manusia sangatlah rumit dan sangat – sangat kompleks serta sangat tidak mudah untuk didefinisikan secara terperinci.

Manusia merupakan mahluk individual (pribadi), manusia juga mahluh sosial (berkmasyarakat) dan manusia juga merupakan mahluk pengabdi dalam batasan seorang hamba (religi) artinya adalah manusia itu sendiri sebagai mahluk tuhan. Jika ditinjau dari definisi manusia dari aspek tersebut diatas maka tidak akan terlepas peranan manusia di dunia ini yang mencakup ketiganya secara sederhana namun kompleks. Sehingga dari pernyataan dan definesi tersebutlah dapat disimpulkan bahwa manusia adalah mahluk pembelajar.

Aktor terhebat dengan karakteristik yang menjiwai peranannya dalam bermain sinetron didunia ini dengan skenario dan sutradara tuhan adalah manusia. Ketika manusia sudah menentukan peranannya sendiri baik secara langsung atau tidak langsung maka manusianya itu sendiri akan terikat oleh sebuah sistem permainan tuhan dan permasalahan yang tidak mudak, yaitu tanggung jawab.

Karena manusia pada hakikatnya adalah mahluk pembelajar, maka diperlukan sebuah kontrol sistem dalam sebuah pemainan karakter didunia ini, yaitu tanggung jawab. Tanggung jawab merupaka kesadaran akan setiap sikap dan tingkah laku yang telah dilakukan atau bahkan akan dilakukan, baik sengaja atau tidak di dalam dunia ini, baik secara personal, sosial hingga kejenjang yang lebih tinggi yaitu pengabdian seorang hamba terhadap tuhannya.

Tanggung jawab merupakan aktualisasi dan perwujudan dari sikap sadar seorang yang dikatakan manusia. Jika manusia melakukan suatu hal dengan resiko dan penyelesaian masalahnya dilakukan dalam keadaan tidak sadar, baik sakit atau pengaruh obat – obatan maka tidak dapat dikatakan sebagai si tanggung jawab. Sadar memiliki pengertian tahu, pengertian dan ingat sehingga kesadaran dapat didefinisikan sebagai pengertian dan rasa ingin tahu manusia terhadap hal yang benar baik terhadap sikap dan perbuatannya. Dimana kesadaran manusia sangat berkaitan erat denga hati dan pikiran yang terbuka dan mau menerima sejumlah informasi dan ilmu pengetahuan serta hal – hal yang benar.

Jika si manusianya tidak mau dan tidak dapat bertanggung jawab, maka si manusianya secara tidak langsung tidak sadar atau bukan manusia. Hanya saja perwujudan secara fisik tampak seperti manusia.

Urusan hati adalah urusan tuhan…

Masalah hati adalah permasalahan manusia…


Sumber : kompasiana

Manusia dan Pandangan Hidup : Cita-Cita

Berbicara tentang manusia memang tidak ada habisnya, yang kesemuanya itu telah dimuai sejak awal Adam dicitakan atau mungkin sejak Adam melanggar larangan Tuhan Sang Maha Pencipta hingga dibuang dari tempat yang penuh kenikmatan “konon”.

Berawal dari sinilah maka banyak permasalahan – permasalahan yang timbul hingga saat ini, yang kesemuanya tidak dapat dipisahkan dari pola pikir yang telah membentuknya “manusia”. Karena pada dasarnya pola pikir itu sendiri yang telah membentuk paradigma berpikir dan pandangan – pandangan hidup manusianya. Sehingga pola pikir dan pandangan hidup setiap manusia berbeda – beda tergantung dari apa yang ia dapat atau permasalahan – permasalahan yang sering dihadapinya.

Setiap manusia pasti memiliki pola pikir dan cara pandang tentang segala hal, karena pada setiap manusia dilengkapi dengan akal. Dari permasalahan – permasalahan yang sering dihadapinya akan melahirkan satu padanganan tentang bagaimana cara atau solusi untuk menghadapi permasalahan – permasalahan itu. Baik permasalahan yang dihadapi tentang suatu keinginan, ambisi serta cita – cita hingga konsep kehidupan yang dilaliuinya.

Pola pikir itu sendiri dapat timbul dengan sendirinya ketika manusia itu terbentur oleh suatu permasalahan hingga akhirnya ia akan terbentuk karakternya oleh permasalahannya itu sendiri. Karena ketika kita mulai berpikir maka kita sendiri telah dihadapi oleh suatu masalah yang mungkin permasalahannya terlalu abstrak hingga sulit untuk diungkapkan dengan kata.

Pandangan – pandangan hidup pada dasarnya terbentuk oleh beberapa faktor yang sangat dominan mempengaruhi manusia, antara lain ;

  1. Cita – cita → Cita dan angan merupaka awal dari suatu permasalahan yang akan dihadapi sehingga dapat membentuk karakter berpikir serta pola pikir dan pandangan hidup dari suatu permasalahan yang timbul. Karena setiap kita bercita – cita atau menginginkan sesuatu maka kita juga akan berpikir bagaimana meraih dan mewujudkannya, sehingga cita – cita dapat menjadi faktor yang sangat mempengaruhi pola pikir dan pandangan hidup seseorang.
  2. Pengalaman → Pengalaman merupakan guru terbaik yang dimiliki oleh setiap orang. Belajar tidak hanya membaca atau mendengar dan menulis saja, Belajar yang baik adalah memadukan ketiganya menjadi satu kesatuan yaitu melakukan dengan melakukan maka kita akan membaca karakter permasalahan, menganalisi permasalahan serta mencari solusi dari permasalahan yang dihadapai “analisis” seningga dengan melalukan maka kita telah belajar baik disengaja atau tidak.
  3. Pendidikikan → Pendidikan merupakan faktor penunjang dari suatu pola pikir cara pandang karena pada dasarnya pendidikan dapat merubah pola pikir dan cara berpikir seeorang. Tentunya akan sangat berbeda cara berpikir dan cara menyelesaikan suatu permasalahan seorang yang mengenyam pendidikan dengan orang yang tidak mengenyam pendidikan. Meski pendidikan tidak dapat sepenuhnya menjadi jaminan pembentukan karakter seseorang tetapi minimal dari pendidikan itulah seseorang dapat menjadi sedikit dewasa dalam segala hal.
  4. Pergaulan → Karakter manusia dapat terbentuk oleh pergaulan baik pergaulan dalam akademis “sekolah, kampus atau lembaga lainnya”, ataupun non akademis “keluarga dan masyarakat”. Pergaulan dapat membentuk kepribadian dan pola pikir seseorang. Maka dalam pembentukan pola pikir dan cara pandang pergaulan sangat mempengaruhi karena dalam pergaulan maka kita belajar melakukan “Pengalaman”.

Keempat faktor tersebut merupakan faktor yang membentuk dan mempengaruhi pola pikir, kedewasaan dan pandangan hidup seseorang karena tidaklah mungkin pandangan hidup serta paradigma beripkir dan kedewasaan seseorang dapat timbul tanpa adanya faktor yang mempengaruhi dan membentuknya, dalam hal ini adalah permasalahan – permasalahan yang dihadapi baik dalam pencapaian suatu tujauan yang berkaitan dengan cita dan angan hingga masalah percintaan.


Sumber :kompasiana

Manusia dan Pandangan Hidup

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pedoman, pegangan, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Oleh karena itu pandangan hidup tidak timbul dalam waktu singkat, melainkan melalui proses yang lama dan terus-menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat di uji kenyataannya. Pandangan hidup yang diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung atau suatu organisasi yang disebutideologi .


Pandangan hidup berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :

  1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya .

  2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kubudayaan dan norma yang terdapat pada suatu Negara .

  3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya .


Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur, yaitu :

  • Cita-cita

Adalah keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya. Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita tersebut disebut angan-angan.

Dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita-cita tergantung 3 faktor, yaitu :

  1. factor manusia yang mempunyai cita-cita.

  2. kondisi yang dihadapi selama mencapai cita-cita.

  3. seberapa tinggi cita-cita yang hendak dicapai.


  • Kebajikan

Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Semua orang mempunyai suara hati yang selalu mendesaknya untuk berbuat baik. Manusia diharuskan untuk selalu melakukan perbuatan sesuai suara hatinya. Jadi, kebajikan juga dapat diartikan sebagai perbuatan yang sesuai dengan suara hati, suara hati masyarakat, dan hukum Tuhan .

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku seseorang adalah :

  • Faktor pembawaan

  • Faktor lingkungan

  • Pengalaman


    • Usaha/Perjuangan

Usaha atau perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita yang dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau kasmani atau kedua-duanya. Dalam berjuang atau berusaha manusia dibatasi oleh kemempuan yang akan membedakan tingkat kemakmuran antara satu dengan yang lainnya .


  • Keyakinan atau Kepercayaan

Keyakinan atau kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan .

Menurut Prof.Dr.Harun Nasution ada 3 aliran filsafat, yaitu :

  • Aliran naturalisme

Hidup manusia dihubungkan dengan kekuatan gaib yan merupakan kekuatan tertinggi yaitu Tuhan atau Nature (bagi yang tidak percaya Tuhan) .

  • Aliran intelektualisme

Aliran ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal. Aliran ini akan menyebabkan pertentangan antara akal dengan hati nurani, karena aliran ini ditekankan pada akal, maka manusia yang berfikir rendah (bodoh) akan dikuasai oleh manusia yang berakal (berilmu/berteknologi).

  • Aliran gabungan

Aliran ini didasarkan oleh akal dan juga kekuatan gaib. Apabila akal dan kekuatan giab dijadikan dasar secara berimbang, pandangan hidup ini disebut dengan Sosialisme-Religius . Kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan .

Sumber : wartawarga

Manusia dan Keadilan

Dalam hidupan kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya, melakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalui dibenturkan oleh permasalahan – permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.

Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Nah… cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apabun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.

Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.

Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hokum.

Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.

Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.

Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;

1. Faktor ekonomi. Setiap berhak hidup layah dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.

2. Faktor Peradaban dan Kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang halini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hamper pada setiapindividu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.

3. Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikapadil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lian kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.

4. dan lain sebagainya.

Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.


Sumber : filsafat.kompasiana

Manusia dan Penderitaan

MANUSIA dan PENDERITAAN

• Pengertian Penderitaan
Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.
• Siksaan
Siksaan yang sifatnya psikis,misalnya :
1. kebimbangan
2. kesepian
3. ketakutan
• sebab orang merasa ketakutan
a. claustrophobia : takut terhadap ruang tertutup
b. Agorophobia : takut terhadap ruangan terbuka
c. Gamang : takut berada di tempat ketinggian
d. Kegelapan : takut bila berada di tempat gelap
e. Kesakitan : takut yang disebabkan rasa sakit
f. Kegagalan : takut akan mengalami kegagalan
Penderitaan menaggung atau merasakan sesuatu lahir ataupun batin,penderitaan termasuk realita dunia dan manusia intesitas penderitaan bertinkat-tingkat ada yang berat ada juga yang ringan namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya suatu penderitaan,suatu pristiwa yang di anggap penderitaan seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain dapat pula suatu penderitaan menimbulkan energi untuk bangkit bagi seseorang atau sebagai langkah seseorang untuk mencapain kenikmatan dan kebahagiaan
Penderitaan akan dialami oleh semua orang hal itu sudah merupakan resiko hidup,berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan banyak macam kasus dalam liku-liku kehidupan manusia,seperti penderitan fisik ataupun nonfisik,penderitan timbul karena perbuatan kita sendiri atau sesama manusia penderitaan ini kadang di sebut nasib buruk.Nasib buruk ini dapat di perbaiki manusia supaya menjadi baik dengan kata lain manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya perbedaan nasib buruk dan takdir tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk ituh manusia penyebabnya,karena perbuatan buruk sesama manusia maka manusia lain menjadi menderita.Selain ituh juga perbuatan buruk manusia terhadap linkunganya juga menyebabkan penderitaan manusia,tetapi manusia tidak menyadari hal ini mungkin karena kesadaraan ituh baru timbul setelah musibah yang membuat manusia menderita terjadi seperti musibah banjir,tanah logsor dan pembakaran hutan atau penebangan liar di hutan.adapun selain ituh manusia mengalami penderitaan karena penyakit,siksaan/ajab tuhan.Namun kesabaran,tawakal dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan semacam ini yang di alami oleh manusia
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh yang bermacam-macam dan sikap dalm dirinya.Sikap yang timbul dapat beru[a sikap positf atau negatif.Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak berbahagia sikap kecewa,tidak bahagia,putus asa ingin bunuh diri.Sebaliknya sikap positif menimbulkan mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup bukan rangkaian penderitan melainkan perjuangan utuk membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan ituh hanyalah bagian dari kehidupan
Intinya dalam kehidupan pasti ada penderitaan yang di alami oleh karena ituh tergantungkita untuk mesikapi agar penderitaan terlihat lebih indah
- bentuk-bentuk Frustasi
a. agresi
b. regresi
c. fiksasi
d. proyeksi
e. identifikasi
f. narsisme
g. autisme
* Penderitaan dan sebab-sebabnya
– Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
– Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
* Pengaruh penderitaan
– Sikap positif : sikap optimis mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup bukan
rangkaian penderitaan
– Sikap negatif : penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin
bunuh diri

Sumber : arisudaryatno

Manusia dan Cinta Kasih: Kekeluargaan

Cinta Kasih merupakan salah satu hal yang paling penting di dunia ini. Bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa:CINTA KASIH akan membuat dunia ini INDAH. Tanpa Cinta Kasih mustahil Kedamaian Dunia akan terwujud. Tetapi sangat disayangkan bahwa banyak orang yang mengalami ‘Krisis Cinta Kasih’, dan cinta kasih mereka memudar seiring berjalannya waktu.
Mengapa hal ini terjadi ? Karena banyak orang yang tidak mengerti bahwa kunci untuk memiliki cinta Kasih yang tidak pernah pudar adalah justru membagi cinta kasih dengan orang lain, dan bukan hanya menerima. Berikut ini beberapa tips mengenai apa yang dapat kita lakukan dalam membagi cinta Kasih kita dengan orang lain:1. Berikan suatu tanda mata kepada orang yang kita kasihi. Saat kita memberikan hadiah berupa barang, barang tersebut bukan dinilai dari seberapa mahal pemberian tersebut. Suatu barang akan memiliki makna dan nilai lebih bila diberikan dengan hati yang tulus dan keinginan untuk menyenangkan hati orang yang kita kasihi. 2. Berikan kata-kata positif untuk orang lain.
Pada saat kita melihat orang lain berprestasi, jangan ragu-ragu untuk memberikan suatu pujian yang tulus dan ucapan selamat atas prestasi tersebut.
Begitu pula pada saat kita melihat orang lain yang sedang mengalami masalah, belajarlah untuk memberikan kata-kata yang memberikan semangat dan dukungan untuk dia, dan bila memungkinkan membantu dalam memberikan solusi bagi orang tersebut. 3. Memberikan bantuan bila diperlukan. Kita harus memiliki inisiatif untuk mau menawarkan diri untuk siap membantu orang lain. Dengan catatan semua yang menjadi prioritas pekerjaan pribadi kita telah terselesaikan, maka kita dapat menawarkan bantuan kepada orang lain. Beberapa orang akan merasa sangat senang bila mereka mendapatkan bantuan untuk mempercepat penyelesaian dari pekerjaannya, walaupun mereka tidak memintanya. 4. Luangkan waktu untuk orang yang kita kasihi.
Seringkali untuk beberapa orang, meluangkan waktu untuk mereka adalah suatu hal yang sangat penting. Walaupun itu mungkin hanya 1 jam atau 15 menit sekalipun, tapi bila benar-2 dalam waktu tersebut kita benar-2 mencurahkan perhatian kita sepenuhnya kepada orang tersebut.
Maka waktu itu akan menjadi sangat berharga baginya. Selama waktu tersebut, konsentrasikan diri Anda untuk berinteraksi penuh dengan orang yang kita kasihi tersebut, dan jangan memikirkan hal-2 yang lain.
Kebersamaan adalah hal yang sangat penting dan mempunyai arti. 5. Berikan sentuhan fisik bila diperlukan.
Walaupun hanya sekedar berjabat tangan pada saat memberikan ucapan selamat bagi orang yang berprestasi, bila hal tersebut dilakukan dengan tulus, maka sentuhan fisik yang terjadi akan merupakan suatu hal yang sangat berharga baginya. Bila kita sedang berhadapan dengan orang yang kita kasihi, seperti pasangan, anak atau orang tua kita, sentuhan fisik ini dapat memiliki bentuk yang lebih luas, seperti mencium, membelai rambut, merangkul, memberi tepukan lembut di punggung, dsb. Jadi pada dasarnya, kelima hal tersebut di atas hanya dapat dilakukan bila kita tidak menjadi orang yang hanya mementingkan diri sendiri. Kita harus belajar untuk memperhatikan orang lain dan melihat apa yang menjadi kebutuhan mereka, terutama bila orang tersebut adalah orang yang kita kasihi.
Bila kita terus bersikap egois, maka kita tidak akan pernah dapat memberikan cinta kasih dengan tulus, dan dengan sendirinya cinta kasih yang kita terima pun akan cenderung merupakan cinta kasih yang tidak tulus pula.
Mari kita mulai mewarnai dunia ini dengan cinta kasih yang sebenarnya, “Cinta Kasih yang Murni”…agar dunia ini Sempurna Indahnya !.

Manusia dan Cinta Kasih: Cinta antara Pria dan Wanita

MEMAHAMI SIKLUS CINTA PRIA
Dalam hubungan cinta, pria dapat diibaratkan dengan karet gelang. Mereka mulur kemudian mengerut kembali. Molor sampe batas maksimalnya, kemudian kembali lagi dengan kekuatan maksimum. Siklus ini meliputi mendekat, menarik diri, kemudian mendekat lagi. Ato maju, mundur, maju, mundur, maju, mundur terus-terusan seumur hidup mereka.

Ketika seorang pria jatuh cinta, maka dia akan berusaha mendapatkan dambaan hatinya. Dia menelepon, memberi hadiah, memperhatikan, dan mengajak kencan. Ketika si wanita menerima cintanya, si pria pelan – pelan menarik dirinya. Alasannya bisa bermacam-macam, bisa karena pekerjaan, bisa karena keluarga, atau karena sudah mendapatkan apa “yang diinginkannya”. Sampai tahap ini, jatuh cinta yang indah tadi akan berubah bentuknya. Di sinilah ujian cinta itu muncul. Apa yang akan dilakukan wanitalah yang akan menentukan berhasil tidaknya perjalanan cinta ini. Tanpa memahami karakter cinta pria ini, jatuh cinta yang awalnya indah, bisa berakhir dengan putus cinta.

Mengapa pria menarik dirinya ? Mengapa dia menjauh di saat anda, kekasih hatinya, sedang berbunga-bunga ? Apakah anda telah melakukan kesalahan fatal ? Apakah anda tidak sesuai dengan harapannya ? Atau apakah anda bukan wanita idamannya ? Nah...jawaban saya adalah :

  1. Hal itu bukan kesalahan anda sebagai seorang wanita. Ingat dan camkan !
  2. Pria menjauh karena itulah siklus cintanya. Maju – mundur – maju dengan kekuatan penuh. Pahami hal ini !
  3. Dan siklus ini tidak dapat dihindari atau dicegah !

Pria perlu menarik diri untuk memuaskan kebutuhannya akan kebebasan atau otonomi. Setelah mulur, secara tiba-tiba ia akan berbalik kembali. Setelah memisahkan diri sepenuhnya, tiba-tiba ia kembali merasakan kebutuhan akan cinta dan kehangatan. Secara otomatis ia akan terdorong untuk memberikan cintanya dan menerima cinta yang diperlukannya. Saat pria mendekat kembali, ia melanjutkan hbungan pada tingkat kehangatan yang sama dengan saat ia menarik diri. Ia tidak merasa perlu mengulangi hubungan dari awal lagi.

Bila seorang pria tak punya kesempatan untuk menghilang, ia takkan pernah berkesempatan merasakan keinginan kuat untuk berdekatan. Penting bagi seorang wanita untuk memahami bahwa apabila mereka memaksa ingin terus-terusan berdekatan atau “mengejar-ngejar” pria pasangannya yang sedang menarik diri, pria itu akan senantiasa mencoba melarikan diri dan menjauhkan diri. Ia tak pernah punya kesempatan untuk merasakan dorongan kuat atas cinta.
Ketika ia menarik dirinya, ia tampaknya tidak menaruh perhatian atau tidak berminat kepada pasangannya. Namun tiba-tiba ia merasakan tak dapat hidup tanpa dambaan hatinya. Kini ia kembali merasakan kebutuhan akan keakraban. Kekuatannya pulih kembali, karena hasratnya untuk mencintai dan dicintai telah muncul kembali.

Pria secara otomatis berubah-ubah antara membutuhkan kedekatan dan kemandiran. Ketika kebutuhannya akan kehangatan dan kedekatan telah terpenuhi, ia merasakan dorongan untuk menarik diri. Ia ingin merdeka dan menjadi dirinya sendiri.
Bentuk penarikan diri ini seperti “Aku perlu ruangan”, atau “Aku perlu menyendiri”. Bisa juga “Aku perlu waktu untuk diriku sendiri.” Hal ini merupakan naluri alamiah seorang pria, tidak bisa dihindari. Seperti orang lapar, dia tidak meminta untuk lapar, tetapi rasa lapar itu muncul secara alami.

Sampai tahap tertentu, pria kehilangan dirinya sendiri karena terlalu terlibat dengan pasangannya. Dengan merasakan kebutuhan-kebutuhan, kesulitan, keinginan, dan emosi pasangannya, pria jadi kehilangan kontak dnegan diri pribadinya. Menarik diri memungkinkan ia memulihkan kembali batas-batas pribadinya dan memuaskan kebutuhannya untuk merasa mandiri.

KESALAHAN YANG DILAKUKAN WANITA
Wanita yang tidak memahami siklus cinta pria ini akan bingung. Dan ketika seorang wanita bingung, maka ia akan bertanya. Lagipula, seorang wanita mempunyai intuisi yang tajam, dia bisa “merasakan” ada yang tidak beres dengan pasangannya. Di sinilah awal pertengkaran dalam hubungan muncul.

Memang, benar ada sesuatu yang tidak beres dengan pria idamannya. Namun hal itu bukan karena dirinya, pekerjaanya, atau hal-hal lainnya. Cuman siklus cinta saja, hal ini alamiah serta normal. Dan umumnya, wanita merasa bersalah dan ingin membantu pasangannya. Seringkali hal ini bukannya menyelesaikan masalah, malahan menimbulkan masalah. Coba bayangkan, anda ingin sendiri dan menenangkan diri. Eh...ada orang yang malah nanya-nanya dan deketin anda. Karena anda sedang suntuk, maka jawaban yang anda berikan pendek-pendek. Dari sisi yang bertanya, ehh....ini anak, dikasih perhatian malah gak dianggep. Bete kaan !!! Yang nanya dan yang ditanya sama-sama keki, bukankah ini menjurus ke arah pertengkaran ?

Secara umum, ada dua kesalahan yang dilakukan oleh seorang wanita tanpa disadarinya. Pertama, dia mencoba mengejar-ngejar saat pria ingin menarik dirinya. Kedua, ia menghukumnya karena menarik diri.

Secara fisik, si wanita akan mengikuti pasangannya kemanapun dia pergi. Secara emosional, wanita mengejar-ngejar pria dengan mengajukan pertanyaan, perhatian dan pujian. Jika cara tersebut tidak berhasil, si wanita akan menjadi sakit hati dan mulai melakukan perlawanan. Ia akan menolak secara seksual, tidak dikasih jatah gitu loh ! Jika hal ini berlanjut, maka hubungan cintanya akan menjadi dingin. Yah, itulah seorang wanita. Ketika dia dikecewakan, bisa lebih kejam dari seorang pria. Saya aja takut setengah mati ketika mantan pacar saya marah ! Sekalipun dia tidak marah kepada saya, nanti...iya...nanti ujung-ujungnya pasti saya kena juga. Ha...ha...ha....

Bila seorang pria dihukum karena menarik diri, ia akan takut melakukanya lagi. Ketika siklus alamnya terputus, hal ini menciptakan kemarahan yang menghambatnya untuk merasakan hasrat akan kemesraan. Kemungkinan besar dia tiak akan muncul kembali setelah menghilang. Namun kebutuhannya akan keintiman tetap harus dipenuhi. Jika dia tidak mendapatkan dari pasangannya, kira-kira dia cari di mana ya ? Mungkin inilah penyebab seorang pria berselingkuh....walaaah....

Sebuah hubungan yang penuh dengan cinta kasih akan membuat waktu hidup ini lebih menyenangkan dan berharga. Dan cinta itu sendiri melibatkan dua orang, seorang pria dan seorang wanita. Cinta itu soal memahami, jika anda paham tentang cinta seorang pria kepada wanita itu cukup. Jika anda juga paham cara wanita mencintai seseorang, itu luar biasa. Hidup akan terasa lebih hidup ! Gak percaya ? Buktikan sendiri !


Sumber : wapannuri.com